Gado-gado Olympiade Fisika si bujang di mata emak.



Kemarin pagi, dalam perjalanan ke pasar, saya dapat telepon dari nak bujang, yang meminjam hp gurunya. Ia meminta do'a dariku sesaat sebelum lomba dimulai agar dimudahkan dalam mengerjakan soal-soal Fisika dalam lomba Olympiade Sains Kabupaten.
Tiba-tiba mata jadi berembun. Tanpa diminta sebenarnya do'a selalu dipanjatkan semenjak ia terpilih mewakili sekolah untuk lomba di bidang Fisika.
Bagi saya yang bukan penggemar Fisika, pelajaran Fisika adalah pelajaran yang maha berat jaman SMA dulu. Walaupun saya termasuk bagus di bidang matematika, tapi saya menyerah dengan logika dan rumus-rumus dalam pelajaran Fisika.
Dan sungguh surprise ia terpilih mengikuti lomba Fisika sekelas olimpiade. Unexpected
Malamnya ia menelpon kembali menceritakan pengalaman hari itu dengan gaya khasnya yang ceria. Lomba Fisika soalnya hanya 8 buah tapi esai semua. Bidang lain seperti Astronomi soalnya 20, semua pilihan ganda. Biologi soalnya 200, semua pilihan Benar Salah.
Soal di dalam Matematika dan Astronomi, ada angka yg diberi. Kemudian dipecahkan dg suatu rumus. Tapi dalam Fisika, minim angka bahkan tak ada angka. Mereka justru mencari rumus dan menurunkan rumus.
Salah satu soal esay tadi:
Sebuah kawat tembaga dibentuk menjadi huruf U. Masing2 ujungnya ditancapkan ke sebuah poros. Di tengah tembaga diletakkan sebuah benda. Kemudian poros tadi diputar. Berapa konstanta positif, kecepatan sudut dan gaya keseimbangan sehingga benda di tengah kawat tembaga itu tidak terlempar ketika poros di putar?
Liuer?
Sama. Angka tak ada. Cari rumus dan turunkan rumus.
Saya membayangkan rumus itu penuh dg variabel2 seperti X, Y, Z dll dll....
Delapan soal diberi waktu selama 3 jam.
"Sayyid bisa?" tanyaku.
"Sebagian bisa. Sebagian tidak. Coba-coba saja. Tapi soal integral Sayyid g bisa krn belum belajar."
Integral? Saya mendapatkan pelajaran ini di tahun kedua kuliah. Alhamdulillah saya dulu satu2nya di jurusan saya yg bisa menyelesaikan soal integral lipat 3.
Padahal ini baru level kabupaten. Apalagi nasional. Apalagi tingkat dunia. Membayangkannya, lelah hayati. 😬😬
"Sebelum lomba, ada peserta yang mules-mules atau pingsan, g Yid?" tanya ayahnya iseng.
"Hahaa...enggak lah Yah. Mereka ke sini tu sudah siap lomba semua."
Wooow... Emejing.
Saya jadi membayangkan wajah-wajah garang eh...optimis dari ratusan siswa-siswi dari puluhan SMA se-kabupaten Serang yang hadir di SMA 1 Ciruas, Serang. Wajah-wajah percaya diri dari pemilik masa depan bangsa. 😎
Ketika karantina sebelum lomba, sempat saya tanya,
"Kepala Sayyid berasap g tuh... dari pagi sampai malam belajar Fisika terus?"
Dia terbahak.
"Iya. Banyak. Tapi seru bu. Belajarnya asyik."
"Ibu tau g?" tanyanya.
Owh... Klu dia sdh bilang 'ibu tau g?', itu tanda telinga harus dipasang baik-baik. Krn biasanya pengetahuan yg dia bagi.
"Orang Fisika itu ibarat orang gabut, g ada kerjaan. Bola jatuh dari meja aja, dihitung kecepatan jatuhnya. Dihitung sudut jatuhnya. Hujan turun aja dihitung kecepatan jatuh tetesan airnya."
"Tapi eksperimen mereka luar biasa. Asam nitrat dicampur alkohol 95% diteteskan ke batu, batu jadi hancur, diteteskan ke besi, besi jadi lembek.
Belerang dicampur arang dicampur kerang tumbuk bisa jadi mesiu. Besi dililitkan kabel tembaga trus kena petir, besinya bisa jd medan magnet"
Akupun ter oh...oh...panjang.
Pusing ibu, Yid. Dari pada ngurusin Fisika mending ibu mikirin gula, telur dan bumbu2 dapur yang makin meroket harganya saat ini. Supaya jajan bulanan Sayyid g kena sunat. 😂
Pengumuman OSKnya masih beberapa hari lagi. Apapun hasilnya nanti, kami tetap bangga padamu, nak...
Mampu melewati sejauh ini. Mulai dari persiapan selama hampir 1 bulan. Dan karantina selama 7 hari. Setiap hari bergelut dengan soal-soal yg berat, dari pagi sampai malam dengan beberapa kali jeda, itu sungguh...sungguh... luar biasa. (y) (y)
Setelah ini, minggu depan mari kita liburan... 😍
#lokasi foto SMA 1 Ciruas, Serang, Banten.




0 comments:

Post a Comment

Blog Archive

Powered by Blogger.