Mudik Memang Selalu Membawa Kegembiraan


Setelah selesai mudik ke Bandung ke tempat mertua dan sholat Ied di sana, kami lanjutkan perjalanan mudik ke Padang ke tempat orang tua tercinta.
Sebenarnya, dulu pola mudik kami adalah bergantian setiap tahun. Kalau tahun ini ke Bandung, maka tahun depan ke Padang, tahun berikutnya ke Bandung, tahun selanjutnya ke Padang. Begitu terus berulang.
Dengan begitu, orang tua-oranf tua kami mendapat giliran dan hak yang sama atas kami. Tak ada yang berkecil hati.
Bahkan pola mudik kami sering dijadikan contoh oleh orang tua kami kepada saudara lain.
Tapi ketika tahun 2016, ibuku yang saat itu sudah berumur 75 tahun sudah mulai sakit kaki. Tak mungkin baginya mengunjungi kami ke Karawang. Sehingga pola mudik kami ubah. Setiap tahun dikunjungi keduanya.
Kalau tahun ini jatah lebaran di Bandung, maka kami sholat Ied di Bandung dan setelah dari Bandung baru ke Padang. Kalau jatah lebaran di Padang, maka sholat Ied di Padang. Dan sepulang dari Padang kami baru ke Bandung.
Semoga sedikit lelah ini, menjadi pahala bagi kami karen berusaha menyenangkan mereka. Aamiin ya rabbal 'alamiin.
Btw, kepulangan kami ke Padang kali ini menggunakan moda transportasi udara. Tiket yang sudah kami pesan dari bulan Januari, menghindarkan kami dari harga gila-gilaan seperti yang terjadi kemaren.
Kami selalu memesan jauh-jauh hari dan biasanya kami selalu mendapatkan harga yang murah. Bahkan pernah mendapatkan harga 'gila' karena membeli jauh-jauh hari seperti ini. Yaitu Garuda hanya 400 ribu!
Tadi malam, setelah mendarat di BIM (Bandara Internasional Minangkabau), ketika penumpang lain pada turun, Sayyid mencolek saya, 
"Bu, sayyid mau foto dengan pilot di cockpit dong".

Saya ternganga.
"Sayyid sudah kelas 1 SMA sekarang. Masih mau foto dengan pilot? "
"Sudah tradisi", katanya nyengir.
Kebiasaan foto dengan pilot di cockpit pesawat adalah kebiasaan yang sudah berlangsung sejak dia umur 4 tahun. Biasanya kami meminta ijin via pramugari ketika pesawat masih di udara. Tapi tadi malam, sy pikir karena ia sudah mulai dewasa ia tak ingin lagi berfoto bersama pilot di cockpit pesawat, sehingga sepanjang penerbangan dia tak mencolek saya. Ternyataa... 😁😁


Bermacam-macam foto di cockpit pesawat dari berbagai tipe pesawat dan berbagai maskapai, sudah ia koleksi. Juga dengan pilot yang berbeda-beda. Ada yang pilot orang Indonesia. Ada juga pilot bule. Kadang pilotnya mau menerima kami di cockpit ketika pesawat mengudara. Tapi seringnya mereka menerima kami ketika pesawat sudah landing.
Kadang anak-anak berfoto, berdiri saja di belakang kursi pilot. Kadang pilotnya segera berdiri dan mempersilahkan mereka duduk di tempat kemudi. Kadang dapat pilot pendiam kadang dapat pilot yang riang dan suka bercanda. Percakapan kadang standar saja. Kadang percakapan cukup panjang dan penuh canda tawa. Bermacam pengalaman si bujang 😄
Mungkin kebiasaan ini akan berakhir kalau ia sendiri yang duduk di cockpit itu membawa si burung besi mengudara. Aamiin.. 😍😍
***
Abaikan si gadis manis. Ia hanya ikut-ikutanan udanya 😂😂😂

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.